27 Juli 2024 - 16:55
Standar Ganda Barat terhadap Rusia, Mengapa Israel sebagai Rezim Pembunuh Anak Ada di Olimpiade Paris?

Selama beberapa hari terakhir, banyak lembaga dan aktivis politik dan hak asasi manusia menuntut pengusiran atlet Zionis dari Olimpiade Paris. Namun pihak berwenang Prancis menyambut kedatangan Zionis, bahkan menunjukkan senang dengan kehadiran mereka.

Tehran, Parstoday- Organisasi hak asasi manusia serta aktivis sosial dan media sosial menuntut pengusiran Zionis dari olimpiade Perancis dengan membuat kampanye berbeda.

Para pemimpin kampanye tersebut menegaskan bahwa "Merayakan nilai-nilai kemanusiaan Olimpiade bertentangan dengan tindakan kejam dan genosida Israel terhadap Palestina"

Banyak yang memperkirakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan bereaksi terhadap kejahatan Israel di Gaza, dengan mengambil tindakan tegas terhadap para atlet Zionis. Harapan ini disebabkan oleh fakta bahwa "Komite Olimpiade Palestina" yang telah diakui oleh IOC selama bertahun-tahun telah menyampaikan tuntutannya.

Menarik untuk mengetahui bahwa IOC mempunyai dua kewajiban utama. Pertama, mempromosikan masyarakat damai yang peduli terhadap pelestarian martabat manusia" dan kedua, menghormati prinsip-prinsip moral universal yang mendasar.

Namun baik janji dan slogan, maupun pengakuan Komite Olimpiade Palestina (IOC), tidak membuat otoritas internasional ini mengambil sikap yang berpihak pada rakyat tertindas di Gaza. Tidak ada simpati terhadap Palestina, tidak ada tindakan tegas terhadap Israel, dan tidak ada reaksi lain! Masalah ini menunjukkan kontradiksi yang jelas antara slogan dan prinsip yang diumumkan dengan kinerja aktual Komite Olimpiade Internasional.

Kontradiksi ini menjadi semakin jelas ketika kita menelisik dua tahun lalu. Ketika perang di Ukraina dimulai, pada masa itu, bertentangan dengan apa yang kita lihat dari IOC saat ini, komite ini bereaksi dengan cepat dan mengutuk Rusia atas perang tersebut.

Seorang wakil presiden IOC pada saat itu mengatakan, “Perang adalah antitesis dari cita-cita Olimpiade” dan menegaskan kembali, “Kami mengutuk tindakan Federasi Rusia. Mereka telah kehilangan hak untuk menjadi anggota komunitas Olimpiade internasional.”

Sikap Komite Olimpiade Internasional ini menyebabkan atlet Rusia berpartisipasi di Olimpiade Paris 2024 sebagai atlet netral dan harus memenuhi persyaratan yang ketat. Misalnya, mereka bertanding tanpa bendera atau lagu kebangsaan Rusia. Sementara itu, ketika Thomas Bach, presiden Komite Olimpiade Internasional, ditanya apakah Israel akan diizinkan berpartisipasi dalam Olimpiade Paris, dia dengan jelas mengatakan, "Jangan ada pertanyaan mengenai hal itu." Setelah itu, diumumkan bahwa 87 atlet Olimpiade Israel akan berpartisipasi dalam kompetisi di bawah bendera rezim pendudukan ini. Padahal perang antara Rusia dan Ukraina jelas tidak sebanding dengan penghancuran Gaza oleh Israel.

Sejak 7 Oktober, hampir 40.000 warga Palestina gugur dalam babak baru serangan Israel di Gaza. Jounal Inggris, The Lancet menunjukkan bahwa jika kita memperhitungkan kematian tidak langsung dan ribuan orang terkubur di bawah reruntuhan, maka jumlah sebenarnya kematian warga Palestina akibat serangan Israel mencapai sekitar 186.000 orang. Sebuah kejahatan yang oleh Aryeh Neyer, pendiri Human Rights Watch disebut sebagai genosida.Oleh karena itu, banyak organisasi yang menyerukan boikot terhadap atlet dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Israel.

Lalu, mengapa Israel harus diboikot?

Mungkin alasan paling penting yang dapat dikemukakan mengenai boikot terhadap Israel adalah daftar panjang kejahatan yang dilakukan oleh rezim ini di Gaza:

Lebih dari 16 ribu orang anak Palestina gugur

11 ribu orang perempuan Palestina gugur

520 orang pegawai medis gugur

160 orang jurnalis gugur

Aksi Zionis menentang olahraga

Pada saat yang sama, kejahatan rezim Zionis terhadap para atlet dan komunitas olahraga Palestina menjadi alasan paling penting yang dapat menjadikan alasan untuk memboikot Israel dalam ajang olahraga dunia Olimpiade

350 orang atlet, wasit dan pekerja olahraga gugur (statistik Asosiasi Sepak Bola Palestina)

250 atlet sepakbola Palestina gugur

55 gedung olah raga hancur akibat pemboman di Gaza

80 persen fasilitas olah raga di Gaza rusak

Tidak hanya itu, Israel juga mengubah stadion menjadi pusat penahanan, bahkan menyalahgunakan pusat-pusat olahraga ini untuk menampung tahanan Palestina.

Helen Sillet, seorang pakar politik dan pembela hak asasi manusia dari Swedia, baru-baru ini menyatakan bahwa Komite Olimpiade Internasional memiliki sejarah memberikan sanksi kepada Afrika Selatan, Belarus dan Rusia, tetapi tidak berbicara tentang memberikan sanksi kepada Israel karena perang Gaza, dengan menyatakan, "Ini dualitas menunjukkan kemunafikan dunia Barat,".

Dalam dunia olahraga dan pembela hak asasi manusia, banyak yang percaya bahwa jika Komite Olimpiade Internasional tidak mengubah praktiknya, maka semangat Olimpiade tidak akan tersisa.

Meski begitu, dalam beberapa hari terakhir, Komite Olimpiade Palestina (POC) telah menyampaikan kasus secara rinci kepada Komite Olimpiade Internasional, dengan upaya keras dan pengumpulan banyak bukti. File tersebut berisi contoh perilaku atlet Israel yang menurut POC tidak sejalan dengan semangat dan nilai-nilai Olimpiade.

Beberapa atlet Israel, saat berkunjung ke pangkalan militer yang ditempatkan di dekat Gaza berbagi foto diri mereka di samping rudal yang ditandatangani di jejaring sosial.

Mengacu pada kasus-kasus ini, Nader Jivosi, wakil sekretaris jenderal Komite Olimpiade Palestina, mengatakan, "Kami mengajukan permintaan ini karena pelanggaran hak asasi manusia di Gaza dan pembunuhan orang-orang tak berdosa." Jivosi menegaskan, para atlet Israel telah berperilaku tidak sesuai dengan semangat Olimpiade.

Dia menunjuk pada pertemuan para atlet ini dengan tentara Israel dan menambahkan:,"Beberapa dari atlet ini telah mengunjungi tentara yang ditempatkan di dekat Gaza untuk memberi semangat kepada tentara Israel. Misalnya, seorang juara judo memposting gambar roket bertanda tangan di media sosial dan dengan bangga menulis, "Dari saya untuk Anda dengan senang hati."

Referensi

Mehri, Olah Raga di Paris, Kejahatan di Gaza,  Apa Alasan Rezim Pembunuh Anak Berpartisipasi di Olimpiade? 1403.(PH)